Jangan Risau, Rezekimu Sudah Ditentukan
![]() |
| Jangan Risau, Rezekimu Sudah Ditentukan |
Saudaraku , , ,
Sejak engkau lahir
dari Rahim ibumu hingga saat ini bahkan sampai engkau mati, rezeki itu sudah
Allah swt tetapkan untuk masing-masing insan. Allah pencipta makhluk sudah
menentukan kadar rezeki hambanya masing-masing. Makhluk Allah swt bukan hanya
manusia, meliputi semua jenis binatang, tumbuhan dan makhluk yang lain.
Semuanya sudah tertata kadar rezekinya.
Pernahkah engkau
menganalisa rezekinya seekor cicak, cicak yang hanya merayap ditakdirkan memangsa
nyamuk yang bisa terbang. Akal kita tidak mampu untuk menganalisanya, tapi
begitulah perjalanan hidup cicak hingga saat ini cicak tidak ada yang mati
sebab kekurangan rezekinya Allah swt.
![]() |
| Jangan Risau, Rezekimu Sudah Ditentukan |
Allah swt berfirman
dalam surat Az Zariyat ayat 22:
وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ
وَمَا تُوْعَدُوْنَ
Artinya : Dan dilangit
terdapat rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu. (QS. 51 : 22)
Rezeki yang dicari
tiada henti telah Allah swt siapkan di langit untuk masing-masing hambanya, dan
rezeki itu tidak akan tertukar apalagi salah sasaran. Setiap manusia diciptakan
pasti sudah ditentukan rezekinya. Seorang mukmin harus yakin dan tidak boleh
meragukan tentang rezeki ini.
Saudaraku, , ,
Ketika rezeki ini
sudah Allah swt siapkan di langit sedangkan kita hidup dibumi, maka langkah
selanjutnya adalah ikhtiyar atau usaha manusia untuk menjemput rezeki itu.
Sebab Allah swt menurunkan rezeki itu tersebar di penjuru bumi, harus ada usaha
mencari rezeki itu.
Begitulah yang telah
difirmankan oleh Allah swt dalam surat Al-Baqarah ayat 29 :
هُوَ الَّذِي خَلَقَ
لَكُمْ مَا فِي الاَرْضِ جَمِيْعًا
Artinya : Dialah yang telah
menciptakan untuk mu segala apa yang ada dibumi, (QS. 2: 29)
Allah swt menjadikan
semua hal yang ada di bumi sebagai rezeki bagi yang mengambilnya, sebab rezeki
tidak datang dengan sendirinya melainkan harus dengan usaha dari seorang
makhluk untuk mencari dan mengambilnya.
Alkisah, Di Mesir ada
dua orang mahasiswa yang berbeda pendapat dalam memahami konsep datangnya
rezeki. Orang pertama beranggapan bahwa rezeki tidak harus dicari melainkan datang
sendiri sesuai kadar dan ketetapan Allah swt. Sementara orang kedua beranggapan
bahwa rezeki yang sudah Allah swt tetapkan pada hambanya harus dijemput dan
dicari sebagai bentuk usaha seorang hamba dalam menggapai rezekinya.
Berdebatlah kedua
orang tersebut hingga tidak ada yang mengalah. Lalu berkatalah orang kedua,
“baiklah, mari kita buktikan pendapat kita tentang rezeki itu”.
Orang pertama yang
berpendapat bahwa rezeki itu pasti datang walau tanpa usaha memilih iktikaf di
salah satu masjid, ia masuk ke sebuah mihrab lalu menguncinya. Setiap hari di
masjid itu, ada para dermawan yang membagikan makanan secara gratis kepada
orang-orang yang beriktikaf, secara berkala waktu pagi, sore dan malam.
Di hari pertama,
datanglah penderma membagikan makanan kepada yang ada di masjid, ia membagi
satu persatu tanpa tersisa kecuali seorang yang ada dalam mihrab. Di hari kedua,
penderma datang lagi membagikan makanan kepada semua orang yang beriktikaf
dimasjid tersebut. Kemudian bertanyalah penderma itu kepada pengurus masjid,
“Masih adakah seorang yang tidak kebagian makanan?”. Karena dirasa semua sudah
mendapat mekanan, pengurus masjid tersebut menjawab tidak ada. Padahal di dalam
mihrab yang dikunci ada seorang yang sedang iktikaf.
Pada hari ketiga,
orang tersebut sudah tidak tahan sebab belum makan selama tiga hari.
Berdehemlah ia dengan keras sehingga pengurus sadar bahwa di dalam mihrab ada
orang. Kemudian dibukalah mihrab itu, lalu didapati seorang yang lemas tak
berdaya karena 3 hari belum makan.
![]() |
| Jangan Risau, Rezekimu Sudah Ditentukan |
Ditengah peristiwa
hari ketiga. Datanglah temannya orang dalam mihrab itu membawa makanan yang
disuguhkan padanya. Kemudian ia berkata, “Bukankah sudah saya katakan padamu,
bahwa rezeki itu akan datang bila kau berusaha menjemputnya walaupun hanya
dengan berdehem”.
Saudaraku , , ,
Dari ilustrasi diatas
dapat kita pahami, bahwa konsep rezeki itu memang sudah Allah swt tentukan dan
janjikan pada kita, maka janganlah risau apalagi ragu tentang rezeki Allah swt.
Walaupun demikian, kita tidak dibenarkan bersikap malas dan bersantai-santai hanya
menunggu rezeki itu datang tanpa ada usaha dan ikhtiyar untuk menjemputnya.
Mari tingkatkan iman
dan taqwa kita semoga kita diberi rizki yang banyak serta bermanfaat dan
barokah.



Posting Komentar untuk "Jangan Risau, Rezekimu Sudah Ditentukan"